Kamis, 22 Desember 2011

konsepsi Ilmu Budaya Dasar



1.      definisi IBD

Apa yang kalian ketahui tentang IBD itu? Konsep serta tujuan IBD itu apa saja khususnya dalam bidang kesusasteraan. IBD atau ilmu budaya dasar adalah pengetahuan dasar tentang  dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk  membahas soal masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Entah keterkaitan budaya dengan manusia , dengan lingkungan , dengan agama dan lainnya. Dengan adanya ilmu ini diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi, berbudaya, dan lebih halus.
      
Tujuan Ilmu budaya dasar
 
    Tujuan ilmu budaya dasar merupakan usaha yang diharapkan  dapat memberikan pengetahuan dasar  dan pengertian umum untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan. Jadi mata kuliah ini hanya sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikian serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain, alam, lingkungan atau diri sendiri.

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar 

     Konsepsi IBD dalam kesusasteraan meliputi , budaya dalam berpuisi , membuat prosa, melukis, membuat cerpen dan lain-lain. Konsepsi IBD dalam berprosa yaitu prosa Fiksi memeberikan kesenangan , prosa fiksi memberikan informasi, prosa fiki memberikan warisan cultural, prosa sebagai penambah wawasan dan banyak lagi lainnya. Sedangkan Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema dan pokok bahasan yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar.

Alasan-alasan lain yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu budaya dasar salah satunya, hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia. Biasanya manusia memiliki inspirasi untuk menulis, membuat cerpen, bahkan berpuisi berdasarkan pengalaman hidup yang telah dialaminya, kemudian di tuang dalam bentuk puisi.
           
            Jadi peranan sastra dalam perkuliahan Ilmu budaya dasar adalah sebagai alat sekaligus sumber belajar  untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan agar mahasiswa menjadi lebih humanus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar